Kami bikin Kasnih karena capek nyatet sendiri.
Kasnih lahir dari satu kekesalan sederhana: niat ngatur uang selalu bagus di awal bulan, tapi nyatetnya yang nggak pernah jalan. Jadi kami balik logikanya — biar pencatatan yang ngikutin kamu, bukan sebaliknya.
Kebanyakan orang nggak gagal ngatur uang karena malas. Mereka gagal karena nyatat itu kerjaan tambahan — buka aplikasi, pilih kategori, ketik nominal, ulangi tiap hari. Tiga hari semangat, minggu kedua bolong, akhir bulan nyerah.
Padahal datanya sebenarnya sudah ada di mana-mana: notifikasi bank di email, struk belanja, chat transfer ke teman. Yang hilang cuma satu hal — tempat yang mau merapikannya tanpa nyuruh kamu kerja dua kali.
Itulah Kasnih. Kamu cerita seperti ngobrol biasa di WhatsApp atau Telegram — "kopi 25rb", "gajian masuk" — atau biarkan Kasnih baca notifikasi transaksi dari email yang kamu izinkan. Sisanya beres: tercatat, terkategori, masuk dashboard.
"Aplikasi keuangan terbaik adalah yang nggak bikin kamu kerja. Kamu cukup hidup, biar Kasnih yang catat."— Prinsip yang kami pegang sejak hari pertama
Yang kami pegang
Tiga hal ini nggak akan kami tawar, seberapa pun produknya berkembang.
Otomatis dulu
Setiap fitur kami ukur dari satu pertanyaan: apakah ini mengurangi kerjaan kamu? Kalau menambah langkah, kami buang.
Privasi nggak ditawar
Data kamu tinggal di server di Indonesia, terenkripsi, dan nggak pernah kami jual. Kami cuma baca yang kamu izinkan.
Ngerti gaya Indonesia
"Gocap", "ceban", "go-food 2 porsi" — Kasnih paham bahasa sehari-hari, singkatan, dan merchant lokal tanpa kamu ajarin.
Buat siapa Kasnih
Bukan buat akuntan. Buat kamu yang pengin tahu uangnya lari ke mana, tanpa drama spreadsheet.
Coba Kasnih sekarang, gratis.
Sambungkan satu email atau chat ke bot, catat transaksi pertama kamu dalam semenit.
Mulai gratis